Mengeksplorasi Eksotisme Alas Purwo di Tanah Sunrise of Java

Tren traveling ke beragam daerah terpencil dan luar Pulau Jawa memang semakin meningkat. Sebagian besar destinasi yang dipilih adalah wisata alam, baik pantai, hutan, sabana, dan sebagainya.

Jika dikaitkan dengan faktor jumlah persebaran penduduk, fenomena ini memang wajar. Pasalnya, jumlah seluruh penduduk Indonesia yang bermukim di Pulau Jawa mencapai 70%. Akibatnya, kawasan alam terbuka jadi semakin terbatas. Khususnya bagi penduduk perkotaan, tempat rekreasi terdekat justru berupa bangunan-bangunan pencakar langit.

Kecantikan Tersembunyi di Ujung Pulau Jawa

Ujung Pulau Jawa – triptrus.com

Meski demikian, Pulau Jawa juga sebenarnya masih memiliki cukup banyak alternatif wisata alam. Di kota dan kabupaten yang berkembang, pariwisata natur juga dijadikan sebagai daya tarik tersendiri. Salah satunya adalah Banyuwangi, sebuah kabupaten terluas di Pulau Jawa yang menempati ujung timur pulau.

Selain pantai dan kebudayaan yang eksotis, Banyuwangi juga memiliki satu daya tarik lainnya yang terkenal sejak dahulu, yakni Taman Nasional Alas Purwo. Kesan mistis memang sangat kuat melekat pada hutan legendaris ini. Akan tetapi, di balik fakta bahwa banyak pelaku spiritual melakukan semedi di tempat ini, Alas Purwo adalah destinasi sempurna bagi siapa pun yang menginginkan ketenangan alam dengan panorama mengagumkan

Hutan Tertua yang Masih Perawan

Hutan Tertua yang Masih Perawan – lifestyle.liputan6.com

Konon, kata Alas Purwo berasal dari bahasa Jawa. Kata ‘alas’ berarti hutan dan ‘purwo’ berarti permulaan. Dengan demikian, Alas Purwo memiliki arti sebagai hutan pertama alias yang paling tua di Pulau Jawa.

Kendati telah sekian abad berlalu, kondisi Alas Purwo masih terlihat seperti perawan. Luasnya mencapai lebih dari 43.000 hektare, berada pada ketinggian 322 meter di atas permukaan laut. Taman nasional ini memiliki panorama alam liar yang sangat impresif dan lengkap, mulai dari hutan lindung, padang sabana, pantai, hingga beragam gua.

Anda akan menemukan berbagai fauna dan flora yang jarang atau bahkan belum pernah ditemui sebelumnya. Di seluruh penjuru hutan, ada sekitar 580 jenis flora dan setidaknya 280 jenis fauna yang tersebar. Sebut saja ketapang, kepuh, liana, macan tutul, kijang, babi hutan, biawak, merak, cekakak jawa, dan lain-lain.

Membentang di Dua Kecamatan

Membentang di Dua Kecamatan – id.wikipedia.org

Taman Nasional Alas Purwo secara administratif berada di dua buah kecamatan, yakni Kecamatan Purwoharjo dan Kecamatan Tegaldilmo. Ada banyak pintu masuk yang bisa Anda pilih untuk mencapai hutan ini, antara lain melalui Pantai Plengkung, Rowobendo, atau Purwoharjo. Sebagaimana taman nasional lainnya, perjalanan Anda menjelajahi Alas Purwo tentu akan lebih seru menaiki mobil off road.

Sementara itu, untuk mencapai Banyuwangi sendiri, ada banyak cara yang bisa dilakukan. Penerbangan hanya tersedia untuk rute Jakarta-Banyuwangi, Surabaya-Banyuwangi, dan Bali-Banyuwangi. Jarak dari bandara ke Alas Purwo pun sebenarnya masih cukup jauh.

Karena itu, agar tak terlalu capai, Anda bisa menaiki kereta api. Saat memesan tiket kereta api, pilih Stasiun Kalisetail yang lebih dekat dibandingkan Banyuwangi Baru. Agar lebih praktis, Anda bisa melakukan reservasi secara online di beragam aplikasi perusahaan penyedia tiket mitra resmi PT. KAI, seperti Traveloka.

Saat membeli tiket kai di situs Traveloka pun, Anda bisa memilih kursi yang nyaman sesuai denah yang tersedia. Karena perjalanan menggunakan kereta api membutuhkan waktu hingga berjam-jam, pastikan perjalanan Anda nyaman dan menyenangkan. Semakin awal Anda melakukan reservasi, semakin besar peluang Anda memilih tempat duduk sesuai keinginan.

Menjelajahi Bentangan Eksotisme Alas Purwo

Selama dalam perjalanan menggunakan kereta api, jangan sia-siakan kesempatan untuk beristirahat. Namun, sesekali lakukan aktivitas fisik sederhana seperti berjalan-jalan di gerbong atau senam ringan untuk melemaskan otot. Dengan demikian, tubuh tidak akan terasa pegal dan Anda akan memiliki energi untuk menjelajahi keindahan Alas Purwo.

  1. Savana Sadengan

Savana Sadengan – foto.bisnis.com

Jika ingin menikmati suasana padang ala Afrika, tak perlu jauh-jauh ke Benua Hitam tersebut. Selain Taman Nasional Baluran, Banyuwangi juga memiliki Savana Sadengan di dalam Alas Purwo yang tak kalah menakjubkan.

Di area seluas 84 hektare ini, ratusan jenis hewan dibiarkan hidup liar dalam perlindungan. Jumlah fauna ini pun lebih banyak dibandingkan fauna yang ada di Baluran. Selain memperhatikan dari savana langsung, Anda juga bisa melihat pemandangan dengan lingkup yang lebih luas melalui pos pengamatan tiga tingkat yang tersedia.

Waktu terbaik untuk menyaksikan kehidupan fauna ini di habitat aslinya adalah pada pukul 06.00-09.00 WIB atau 15.30-17.00 WIB. Pada jam-jam ini, fauna akan berkumpul di padang sabana.

  1. Pantai Plengkung

Pantai Plengkung – banyuwangibagus.com

Jika Anda bertolak dari Bali, pantai ini bisa diakses menggunakan speedboat. Pantai ini juga merupakan pintu masuk untuk menjelajahi tanah Alas Purwo dari sisi timur.

Menariknya, Pantai Plengkung merupakan salah satu pantai terbaik untuk melakukan olahraga berselancar. Tidak tanggung-tanggung, gaungnya sudah terdengar di telinga internasional. Beberapa acara selancar tingkat dunia juga sudah diselenggarakan di sini. Karena itu, jangan heran jika Anda menemukan banyak turis asing pencinta selancar yang berada di pantai ini.

Ombak di Pantai Plengkung memiliki gulungan yang sempurna dan besar. Tingginya pun mencapai enam meter. Hal ini tidak lain disebabkan oleh kondisi geografisnya yang berhadapan langsung dengan Samudra Hindia.

  1. Pantai Ngagelan

Pantai Ngagelan – banyuwangibagus.com

Bukan hanya Pantai Sukamade di kawasan Taman Nasional Meru Betiri saja yang menjadi lokasi penyu bertelur. Anda juga bisa menyaksikan hal serupa di Pantai Ngagelan Alas Purwo.

Ada empat jenis penyu yang bertelur di Ngagelan, yakni penyu hijau, penyu sisik, penyu belimbing, dan penyu lekang. Saat malam hari, mereka akan melepaskan telurnya di pantai ini. Penyu-penyu tersebut akan lebih sering menampakkan dirinya di pantai pada bulan Januari-September.

Selain tiga tempat tersebut, Anda bisa menjelajahi hutan bambu, Pantai Cungur, Pantai Pancur, Pantai Trianggulasi, hutan bakau, Pura Luhur Giri Salaka, Gua Istana, dan masih banyak lainnya. Dengan objek sebanyak ini, rencanakan perjalanan Anda mengeksplorasi Alas Purwo setidaknya selama dua atau tiga hari.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*