Sudah tahu belum siapa Menteri BUMN saat ini? Yaps, beliau adalah Erick Thohir. Untuk update berita terkini kamu bisa baca berita nya melalui aplikasi Vidio ya. Mulai dari berita politik, nasional, hukum, entertaiment dll kamu bisa dapatkan berita terkini yang kamu cari.

Berita terkini terkait bapak Menteri BUMN kita, Erick Thohir akan menemui Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso pada Senin (28/10/2019), serta Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo untuk menentukan calon Direktur Utama Perbankan BUMN. Dari empat perbankan BUMN saat ini, dua di antaranya, PT Bank Mandiri Persero Tbk beraset Rp1.235,6 triliun (per semester I 2019) dan PT Bank Tabungan Negara Persero Tbk dengan aset Rp312,47 triliun (per semester I 2019) masih dipimpin oleh Pelaksana Tugas (plt) Direktur Utama.

Bank Mandiri merupakan pemain di kelompok teratas yakni kelompok Bank Umum Kegiatan Usaha IV pada industri perbankan nasional, sedangkan BTN merupakan kelompok bank BUKU III. Dengan kepemilikan aset sebesar itu sekaligus jaringan anak usaha yang besar, kinerja dua bank tersebut akan berpengaruh terhadap stabilitas sistem keuangan. Perubahan pucuk pimpinan dua perbankan itu juga akan ditunggu oleh investor saham.

 Posisi Dirut Mandiri dijabat Plt setelah Kartika Wirjoatmodjo mengundurkan diri karena dipercaya Presiden Joko Widodo menjadi Wakil Menteri BUMN. Sementara posisi Dirut BTN kosong setelah penolakan Suprajarto, eks Dirut BRI yang ditunjuk para pemegang saham BTN untuk menjadi pimpinan bank spesialis Kredit Pemilikan Rumah (KPR) itu. Calon Dirut Mandiri dan BTN nantinya akan sesuai dengan kriteria yang dimintakan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Kedua pimpinan perbankan ini harus memiliki visi yang sama dengan Jokowi, serta mampu bersinergi dengan BUMN lain serta pihak swasta agar mampu membangun ekosistem ekonomi yang sehat.

Beberapa BUMN sudah menunjukkan eksistensi bermain di pasar internasional. PT Industri Kereta Api (INKA) misalnya, sudah berhasil mengekspor gerbong kereta ke sejumlah negara.Ada lagi PT Wijaya Karya (Wika) yang sudah berekspansi ke Afrika Utara untuk pembangunan properti dalam beberapa tahun terakhir. Selain itu PT Biofarma juga berhasil mengekspor vaksin ke sejumlah negara.

BUMN seringkali tidak mengerti dengan kontrak perjanjian internasional, sehingga terkadang mengalami dispute dan harus menanggung kerugian. Selain itu, BUMN juga terlalu asyik dengan pasar domestik yang besar, sehingga insentif untuk memperbesar penetrasi pasar regional dan internasional juga kurang alias tidak sebesar keperluan dalam negeri. Persoalan lainnya adalah kapasitas dan kapabilitas direksi BUMN yang kurang memiliki jejaring di internasional. BUMN perlu merekrut tenaga asing berpengalaman, misalnya yang kerap dilakukan Temasek, BUMN Holding asal Singapura.
Rencana Erick memperbesar wilayah BUMN di pasar global sepertinya semakin berat nih. Apalagi peninggalan Menteri BUMN sebelumnya, Rini Soemarno, juga cukup banyak.

Mulai dari program pembentukan holding sektoral dan superholding BUMN. Ada lagi, proses keuangan BUMN-BUMN yang masih membukukan rugi, seperti PT Krakatau Steel Tbk. dan PT Merpati Nusantara. Saat serah terima jabatan yang dilakukan beberapa waktu lalu, Rini langsung menitipkan pekerjaan holding BUMN kepada Erick. Karena menurutnya, holding BUMN ini penting agar kinerja perusahaan negara bisa lebih baik.

Wahh.. rencana kerja yang dilakukan pak Erick dapat terlaksana dengan baik ya. Yuk, download aplikasi Vidio sekarang juga untuk update berita terkini setiap harinya. Jangan sampai ketinggalan beritanya loh.